SEJARAH

Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Mataram didirikan pada tanggal 25 Juli 1980 dengan Program Studi Teknik Sipil tingkat sarjana muda, kemudian pada tanggal 10 Mei 1982 melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No: 01710/0/1982 Fakultas Teknik mendapat status terdaftar.
Fakultas Teknik UM Mataram memiliki 3 Program Studi, yaitu:
1. Program Studi Rekayasa Sipil – S1
2. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) – S1
3.  Program Studi Teknologi Pertambangan – D3

VISI

Mejadi fakultas teknik  yang islami, mandiri, unggul, berdaya saing, bertanggungjawab dan berwawasan lingkungan  di tingkat nasional  tahun 2028.

MISI

  1. Menyelenggarakan catur dharma perguruan tinggi yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat atau pengguna out put di bidang keteknikan.
  2. Mengembangkan kualitas civitas akademika yang mengedepankan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
  3. Menelenggarakan otonomisasi pendididkan dalam meningkatkan pelayanan di bidang akademik.
  4. Mengupayakan dan mengoptimalkan kerjasama yang konstruktif dengan stake holders dalam maupun luar negeri..

TUJUAN

  1. Meningkatnya kualitas pendidikan dan pengajaran berkarakter yang berlandaskan Al Islam dan Kemuhammadiyahan untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian masyarakat untuk menunjang pengembangan keilmuan dosen dan mahasiswa.
  3. Terwujudnya wadah ilmiah bagi dosen untuk mempublikasikan karya tulis hasil penelitian dan pengabdian.
  4. Terwujudnya sarjana dan ahli madya teknik yang cerdas, unggul dan berdaya saing di bidangnya dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Islam.
  5. Terwujudnya inovasi pembelajaran dari tenaga pendidik, sehingga mahasiswa mampu menjawab dan mengatasi permasalahan keteknikan.
  6. Tercapainya kualitas lulusan teknik yang mampu berdaya saing di era global.
  7. Terwujudnya kepercayaan stakeholders pada out put Fakultas Teknik UMMAT.
  8. Terwujudnya civitas akademika yang dapat memaksimalkan potensi secara otonom dan mendapat dukungan dari institusi.
  9. Terwujudnya dana operasional otonomi prodi yang mampu mendukung kinerja akademik.